Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas Sembako dan Kewaspadaan Aksi Kriminalitas di Bulan Ramadan

Probolinggo, Berita Jatim. Net – Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial (PKS) yang sudah menjadi agenda bulanan Pemerintah Kota Probolinggo bersama forkopimda kembali digelar, Selasa (28/3), bertempat di Command Centre Kantor Wali Kota Probolinggo.

Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin membuka rapat koordinasi dengan menjelaskan situasi dan kondisi Kota Probolinggo yang terpantau aman dan kondusif. Hal ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang baik dari semua komponen masyarakat, pemerintah daerah, forkopimda, aparat keamanan, TNI, POLRI, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun elemen masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah mengawali bulan Ramadan 1444 H harga kebutuhan pokok khususnya sembako masih relatif stabil, walaupun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan namun masih dalam batas wajar sehingga tidak memberatkan masyarakat,” terangnya.

Habib Hadi mengatakan kenaikan beberapa komoditas tersebut dipicu dengan tingginya permintaan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan. Guna mencegah kelangkaan dan lonjakan harga di pasaran, Pemerintah Kota Probolinggo bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara rutin melaksanakan operasi pasar.

Rencannaya, 30 Maret mendatang Pemerintah Kota Probolinggo bersama DPKP Provinsi Jawa Timur mengadakan Gelar Pangan Murah (GPM) di depan kantor wali kota. Komoditas yang akan dijual antara lain, bawang merah, bawang putih, cabe, daging ayam, telur, dan beberapa komoditas lainnya. Selain itu Pemerintah Kota Probolinggo juga menggelar pasar murah yang telah dimulai sejak tanggal 27 Maret hingga 14 April mendatang di Alun-alun.

Untuk menjaga stabilitas harga khususnya komoditas sembako, mantan anggota DPR RI ini meminta Ketua TPID secara rutin melakukan pemantauan ke pasar-pasar tradisional untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan melakukan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan. Sehingga tidak terjadi kelangkaan kebutuhan pokok dan lonjakan harga yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

Habib Hadi juga mengingatkan bahwa di bulan Ramadan mulai bermunculan Pedagang Kaki Lima (PKL) dadakan di beberapa tempat sehingga perlu ada antisipasi. Untuk itu ia meminta agar perangkat daerah terkait yaitu DKUMKP agar berkoordinasi dengan Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk mengatur para PKL supaya tidak menimbulkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Satu sisi memang mereka berjualan dengan alasan yang tidak bisa kita hindari, tapi tentunya pemanfaatan jalan lalu lintas harus tetap kita jaga sehingga perlu ada langkah-langkah yang tepat,” tandas wali kota.

Habib Hadi juga mengimbau bagi pengusaha jasa makanan dan minuman yang buka pada siang hari agar menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dengan tidak membuka usahanya secara terbuka atau ditutup dengan menggunakan tirai supaya tidak mencolok. Ia juga mengajak semua komponen masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban dan ketentraman, sehingga situasi dan kondisi Kota Probolinggo tetap kondusif dengan mengedepankan sikap toleransi.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuat, menyimpan maupun menyalakan petasan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain seperti yang terjadi di beberapa daerah yang sudah memakan korban jiwa. Di bulan ini juga rawan aksi kriminalitas, untuk itu masyarakat perlu lebih waspada dan hati-hati agar tidak menjadi korban kejahatan tersebut,” tutur wali kota.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani menambahkan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pemerintah sudah menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga tidak ada lagi ditemui istilah kurangnya koordinasi antar perangkat daerah, khususnya penanganan sampah saat dan sesudah kegiatan berlangsung.

“Perangkat daerah terkait misalnya Satpol PP perlu memiliki ketegasan dan berkomitmen untuk menertibkan PKL. Terkait kebersihan, maka DLH juga harus siap. Sehingga perangkat daerah harus benar-benar memiliki kesiapan saat menggelar acara atau kegiatan,” terangnya.

Ditambahkan juga oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, Thesar Yudi Prasetya, walaupun saat ini kondisi PMK telah menurun, namun tetap perlu diwaspadai adanya lonjakan konsumsi daging sapi saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Perlu kita pantau terhadap hewan-hewan yang memang belum bisa divaksin apabila nanti akan disembelih untuk memenuhi kuota konsumsi pada saat Hari Raya Idul Fitri,” sarannya.

Rapat koordinasi ini juga diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, drg. Ninik Ira Wibawati dan diikuti secara daring (zoom meeting) oleh seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. @red

http://beritajatim.net/wp-content/uploads/2024/05/IKLAN-ADV-IDUL-ADHA-1445-H-OKE-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *