Simpang Siur SPDP Pencurian Kabel Telkom Ditangani Satreskrim Polresta Sidoarjo

Sidoarjo, beritajatim.net – Satreskrim Polresta Sidoarjo dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo menyatakan hal yang berbeda terkait Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) kasus dugaan pencurian kabel Telkom.

Baca juga :

Simpang Siur SPDP Pencurian Kabel Telkom Ditangani Satreskrim Polresta Sidoarjo

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Agus Sobarna melalui Ps.Kanitreskrim Pidana Umum (Pidum), Iptu Dety menerangkan bahwa SPDP sudah dikirim ke Kejari Sidoarjo pada tanggal 15 Mei 2024.

“Nomor: Spdp/146/V/Res.1.8/2024/ Satreskrim tgl 15 Mei 2024,” jawab Iptu Dety via pesan WhatsApp saat dikonfirmasi media pada Rabu (12/6) pukul 19.29 Wib.

Ketika media melakukan kroscek di website SPDP online, ternyata SPDP yang disebutkan Iptu Dety tidak tercantum atau tidak ditemukan.

Media coba menegaskan kembali dengan melakukan konfirmasi ulang ke Iptu Dety via pesan WhatsApp, dan Iptu Dety menjawab sudah diterima resepsionis Kejaksaan.

“Kami sdh nge cek di expedisi kami pak. Sdh diterima oleh petugas ptsp (resepsionis kejaksaan),” jawab Dety. Rabu (12/6) pukul 19.57 Wib.

Baca juga :

Kantor LSM FPSR Diteror Orang Tak Dikenal, Kaca Pecah Berantakan

Media melakukan konfirmasi langsung ke petugas resepsionis PTSP Kejari Sidoarjo, pada Jumat (14/6) siang, dan saat petugas melakukan cek data di komputer, ternyata tidak ditemukan data SPDP yang disampaikan Iptu Dety.

Untuk menegaskan kebenaran jika SPDP memang benar telah dikirim ke Kejaksaan. Kasatreskrim Kompol Agus melalui Iptu Dety berencana mengajak media bersama-sama mendatangi Kejari Sidoarjo.

Pada Selasa (18/6) malam, media menghubungi Iptu Dety untuk konfirmasi ulang rencana ke Kejari Sidoarjo, dan dijawab esok hari akan di konfirmasi ke Kasatreskrim.

Namun hingga berita ini diterbitkan tidak ada kabar dari Polresta Sidoarjo, jadi atau tidaknya untuk bersama-sama ke Kejari Sidoarjo terkait SPDP pencurian kabel Telkom tersebut.

Media pada Rabu (19/6) pukul 18.00 Wib, melakukan cek kembali ke aplikasi SPDP online Kejaksaan, namun data SPDP pencurian kabel Telkom di Sidoarjo masih tidak ada atau tidak ditemukan.

SPDP Online Kejaksaan (Website Kejaksaan). 

Simpang siur keberadaan SPDP pencurian kabel Telkom menumbulkan pertanyaan. Kemana SPDP itu?. Apakah petugas Kejari Sidoarjo lalai memasukan data SPDP di komputer atau website SPDP Online ?.

Padahal menurut petugas PTSP Kejari Sidoarjo semua SPDP yang dikirim lewat manapun pasti dimasukan ke data di komputer Kejari Sidoarjo.

Ataukah pihak Satreskrim Polresta Sidoarjo lalai mengirim?. Padahal menurut Iptu Dety udah dicek di ekspedisi surat keluar telah terkirim dan diterima resepsionis PTSP.

Keberadaan SPDP pencurian kabel Telkom yang ditangani Polresta Sidoarjo ini masih menjadi tanda tanya besar. Kemana SPDP itu berada?.

Perlu diketahui, adanya dugaan pencurian kabel Telkom di desa Keper, Kec. Krembung, Kabupaten Sidoarjo yang dilakukan kurang lebih 17 orang terjadi pada 14 Mei 2024.

Saat para pelaku diamankan oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo disaksikan kepala desa Keper bernama Soeharto, SE. Saat itu sebagian kabel Telkom telah dipotong kecil-kecil dan berada di atas pickup.

Baca juga :

Kemendag: Pihaknya Minta Penjelasan Dari Tokopedia Terkait Kebijakan PHK

Media mendapat informasi bahwa dalam pengamanan tersebut terdapat terduga penadah bernama Toyobin berdomisili di desa Lajuk, Kabupaten Sidoarjo.

Selain itu ada juga beberapa nama yang diduga pimpinan para terduga pencuri kabel Telkom. Nama itu terdiri dari Andhika, Bara dan Wahyu yang mempunyai posisi masing-masing.

Andhika diduga sebagai pimpinan, Wahyu diduga sebagai koordinator mandor dan pekerja, sedangkan Bara diduga sebagai koordinator dilapangan.

Dari informasi didapat, para terduga pencuri kabel Telkom tersebut telah dilepaskan dua hari setelah diamankan. Dan diduga ada tebusan uang dalam pelepasan.

Toyobin diduga membayar Rp.100 juta, dan 17 pekerja diduga membayar Rp.50 juta, sedangkan Andhika, Wahyu dan Bara, media tidak mengetahui berapa mereka membayar untuk dibebaskan.

Kasatreskrim waktu itu menginformasikan disalah satu media bahwa mereka dilepaskan karena pihak Telkom sebagai pemilik kabel, tidak melapor kejadian pencurian.

Dari kejadian itu, media melakukan konfirmasi via pesan WhatsApp ke Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol.Christian Tobing, dan Kasatreskrim Kompol Agus Sobarna pada Sabtu (8/6) siang, namun sampai berita akan diterbitkan pada Minggu (9/6) tidak ada jawaban dari kedua narasumber.

Usai berita diterbitkan dan dikirim ke Kompol Agus Sobarna, media dihubungi untuk melakukan pertemuan dengannya, dan saat itu ia menyatakan tidak benar pihaknya melepaskan para pelaku, dan tidak ada minta uang dalam pelepasan.

Pada hari Selasa (11/6) siang, media menemui Kompol Agus Sobarna disalah satu ruang Satreskrim Polresta Sidoarjo, waktu itu Kompol Agus Sobarna di dampingi Ps.Kanitreskrim pidana umum, Iptu Dety.

Kompol Agus Sobarna menjelaskan bahwa tidak benar informasi bahwa pihaknya meminta uang untuk melepaskan para terduga pencuri kabel Telkom.

Kompol Agus Sobarna juga menjelaskan bahwa para terduga pelaku tidak dilepaskan namun wajib lapor, dan kasus tetap dilanjut.

“Telkom kita panggil dan datang serahkan barang bukti, dan tidak bisa kita jelaskan, karena rahasia penyidik, dan tanda kasus berlanjut, SPDP sudah di kirim,” terang Kompol Agus Sobarna waktu itu.

Kompol Agus Sobarna juga menerangkan akan ada rilis dari humas Polresta Sidoarjo terkait kasus ini, dan akan mengundang awak media.

“Jika Telkom tidak melapor, bisa jadi di SP3, memang ini delik biasa tapi harus ada saksi yang menyatakan bahwa itu barang miliknya,” tegas Kompol Agus Sobarna.

Kompol Agus Sobarna juga mengklarifikasi bahwa para terduga pelaku waktu itu diamankan tidak sampai 1×24 jam, bukan dua atau tiga hari setelah diamankan.

Sementara itu, Iptu Dety yang mendampingi Kompol Agus Sobarna, ikut menjawab ketika media menanyakan kebenaran nama-nama yang ada dalam peristiwa ini, yang sempat disebutkan dalam pemberitaan media.

Baca juga :

Perhutani KPH Jember Serahkan Bantuan Hewan Kurban Ke Masyarakat Sekitar Hutan Dusun Grinting

“Benar ada nama-nama tersebut,” jawab Iptu Dety.

Sebelumnya, pada saat pengamanan para pelaku, Kades Keper, Soeharto yang ikut hadir, menerangkan bahwa dirinya sangat marah atas peristiwa pencurian kabel terjadi di wilayahnya.

“Saya sebagai kepala desa juga marah, dulu pernah seperti ini ditahun 2023 lalu, memang ada yang ijin ke saya didampingi dari babinsa Lajuk, mengatakan bahwa program dari Telkom untuk menggali dan mengambil kabel, karena Telkom sudah tidak menggunakan kabel tanam,” ujarnya.

“Nah karena didampingi Babinsa maka saya ijinkan, tapi pas malam pengerjaan ada warga yang komplain maka saya turun ke lokasi dan menanyakan kelengkapan datanya, ternyata kurang lengkap. Jadi saat itu saya tegaskan ke mereka untuk berhenti,” lanjutnya.

“Bukan hanya itu, saya juga suruh mereka untuk minta ijin juga ke kepala desa Kedung Sumur, dan bekas dari galian tersebut membuat jalanan rusak ga kembali seperti semula,” tegas Soeharto.

“Ternyata warga lapor lagi pada hari Sabtu (11/5) malam, ada penggalian lagi, kemudian tiga hari tepatnya tanggal 14 Mei 2024, terjadi lagi,” lanjutnya.

“Ketika dapat laporan saya mendatangi lokasi dan menemukan puluhan orang melakukan penggalian dan sudah menggambil beberapa meter kabel dengan lubang-lubang yang dalam,” ujarnya.

“Otomatis jalan desa saya rusak, dan saya sebagai kepala desa sudah pasti marah karena merasa dirugikan,” pungkas Soeharto. @red.

http://beritajatim.net/wp-content/uploads/2024/05/IKLAN-ADV-IDUL-ADHA-1445-H-OKE-scaled.jpg
Penulis: @dieftEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *