Kasus Pelepasan Puluhan Diduga Pelaku Pencurian Kabel Telkom, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Bantah Terima Uang

Sidoarjo, beritajatim.net – Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Agus Sobarna membantah bahwa pihaknya melepaskan dan menerima uang dalam kasus pencurian kabel tembaga milik Telkom di desa Keper, Kec.Krembung, Sidoarjo yang diduga dilakukan 17 orang lebih.

Bantahan itu disampaikan Agus saat dikonfirmasi langsung di ruang Satreskrim Polresta Sidoarjo pada Selasa (11/6) siang.

Berita hari ini :

http://Kasus Pelepasan Puluhan Diduga Pelaku Pencurian Kabel Telkom, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Bantah Terima Uang

“Kasus masih berlanjut, kita tidak meminta atau menerima uang. Mereka tidak dibebaskan tapi wajib lapor. Kita tidak bisa menahan orang jika tidak ada laporan. Kita tunggu Telkom membuat laporan,” ujar Agus didampingi Ps. Kanitreskrim Pidana Umum (Pidum) Iptu Deti.

“Terkait uang kita akan dalami, kuatir ada yang ngaku-ngaku dari kami dan meminta uang ke mereka, tapi yang jelas kita tegaskan tidak minta atau menerima uang atas dibebaskannya mereka,” tegas Agus.

Agus kesempatan itu juga mengatakan bahwa dirinya tidak membalas konfirmasi media, karena pesan WhatsApp dari media tertumpuk kebawah oleh pesan-pesan lainnya.

“Lebih baik telpon langsung, kalau ga sibuk pasti saya angkat, dan konfirmasi langsung lebih baik,” ucap Agus.

Agus juga menjelaskan bahwa Telkom sudah datang atas permintaan penyidik, dan SPDP telah dikirim ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

“Telkom kita panggil dan datang serahkan barang bukti, dan tidak bisa kita jelaskan, karena rahasia penyelidikan. Tanda kasus lanjut SPDP sudah kita kirim,” ujar Agus.

Puluhan pelaku saat dibawa Mapolresta Sidoarjo

Terkait perkembangan selanjutnya, Agus menjelaskan bahwa akan ada rilis humas terkait perkara ini dan media akan diundang dalam rilis.

“Jika Telkom tidak melapor, bisa jadi di SP3, memang ini delik biasa tapi harus ada saksi yang menyatakan bahwa itu barang miliknya. Semua nanti akan kita rilis,” ujarnya.

Saat di tanya terkait nama-nama yang ada dalam peristiwa ini yang sempat disebutkan dalam pemberitaan media, Iptu Deti menjawab benar ada nama-nama tersebut.

“Iya ada,” jawab Deti, saat dikonfirmasi media, sebagai Ps.Kanit Pidum yang menangani perkara.

Informasi yang didapat, bahwa para terduga pelaku dilepaskan dua atau tiga hari setelah diamankan polisi, hal itu diluruskan oleh Agus.

“Sebelum 1×24 jam sudah dilepas, karena kita tidak bisa menahan terlalu lama, karena tidak ada laporan dari pemilik barang,” ujar Agus di iyakan Deti.

Ada anggapan ini bukan pencurian karena ada surat dari Telkom, dan media ini mendapatkan surat tersebut, yang isinya hanya surat permohonan survey dan pelolosan kabel di Witel Sidoarjo, dan surat perintah kerja tanpa ada kop surat dan tandatangan dari pembuat surat.

Menanggapi hal itu Agus mengutarakan bahwa masih didalami dari keterangan pihak Telkom.

“Ada ijin mengambil kabel ini juga didalami dari keterangan Telkom, itu jika pihak Telkom melapor perkara ini,” ujar Agus.

Sebelumnya, media ini menerbitkan pemberitaan berjudul “Satreskrim Polresta Sidoarjo Diduga Lepas Sindikat Pencuri Kabel Tembaga Telkom ” dengan link berita, https://beritajatim.net/2024/06/09/puluhan-sindikat-pelaku-pencurian-kabel-telkom-di-desa-keper-bebas-ini-tanggapan-didi-sungkono/
Sesuai berita yang diterbitkan media ini pada Minggu (9/6) lalu, Satreskrim Polresta Sidoarjo diduga melepas sekira 17 orang terduga sindikat pelaku pencurian kabel tembaga Telkom di desa Keper, Kec.Krembung, Kab.Sidoarjo yang diamankan pada 14 Mei 2024.

Pada saat diamankan, para terduga pelaku sudah mengambil dan memotong kabel Telkom dan dimuat di mobil pickup. Dalam pengamanan itu dihadiri kepala desa Keper bernama Soeharto, SE.

Dari informasi di dapat media, pelepasan terjadi dua atau tiga hari setelah polisi mengamankan para terduga pelaku.

Selain puluhan terduga pelaku sebagai pekerja menggali tanah dan menarik kabel, media mendapat informasi bahwa ada nama penadah bernama Toyibin domisili di desa Lajuk, Sidoarjo yang juga ikut diamankan.

Selain Toyibin terdapat beberapa nama yakni Andhika, Wahyu, dan Bara. Diduga Andhika adalah kepala dari sindikat pencuri kabel Telkom ini, Wahyu koordinator mandor dan pekerja, sedangkan Bara koordinator lapangan.

Diduga Toyibin dilepas dengan membayar uang Rp.100 juta, dan 17 pekerja dilepas membayar Rp.50 juta, sedangkan Andhika, Wahyu dan Bara tidak diketahui berapa keluarkan uang untuk dilepaskan.

Dari informasi didapat media ini, Kasatreskrim Agus memberikan informasi ke awak media kalau para terduga pelaku dilepas karena tidak ada korban yang melapor, dalam hal ini adalah Telkom.

Terkait pelepasan tersebut, media ini melakukan konfirmasi via pesan WhatsApp ke Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing dan Kasatreskrim Sidoarjo Kompol Agus Sobarnapraja, pada Sabtu (8/6) siang, namun tidak ada jawaban.

Sementara itu, dari kejadian pencurian kabel diwilayah desanya, kepala desa Keper Soeharto yang turun langsung ke lapangan saat kejadian pengamanan para pelaku, ia mengatakan dirinya marah atas kejadian pencurian kabel ini.

“Saya sebagai kepala desa juga marah, dulu pernah seperti ini ditahun 2023 lalu, memang ada yang ijin ke saya didampingi dari babinsa Lajuk, mengatakan bahwa program dari Telkom untuk menggali dan mengambil kabel, karena Telkom sudah tidak menggunakan kabel tanam,” ujarnya.

“Nah karena didampingi Babinsa maka saya ijinkan, tapi pas malam pengerjaan ada warga yang komplain maka saya turun ke lokasi dan menanyakan kelengkapan datanya, ternyata kurang lengkap jadi saat itu saya tegaskan ke mereka untuk berhenti,” lanjutnya.

“Bukan hanya itu, saya juga suruh mereka untuk minta ijin juga ke kepala desa Kedung Sumur, dan bekas dari galian tersebut membuat jalanan rusak ga kembali seperti semula” tegas Soeharto.

Baca juga :

https://beritajatim.net/2024/06/11/komandan-puslatmar-kodiklatal-sampaikan-bahaya-judi-online-dan-pinjaman-online

“Ternyata warga lapor lagi pada hari Sabtu (11/05/2024) malam ada penggalian lagi, kemudian tiga hari tepatnya (14/05/2024) terjadi lagi,” lanjutnya.

“Ketika dapat laporan saya mendatangi lokasi dan menemukan puluhan orang melakukan penggalian dan sudah menggambil beberapa meter kabel dengan lubang-lubang yang dalam,” ujarnya.

“Otomatis jalan desa saya rusak, dan saya sebagai kepala desa sudah pasti marah karena merasa dirugikan, apalagi kegiatan tersebut dilakukan tanpa ada ijin ke saya” pungkas Soeharto. @red.

https://beritajatim.net/wp-content/uploads/2024/05/IKLAN-ADV-IDUL-ADHA-1445-H-OKE-scaled.jpg
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *