Gelapkan Barang Majikan, Pasutri Asal Mojokerto Diamankan Polisi

Sidoarjo, beritajatim.net – Sepasang suami istri asal Mojokerto kini harus menjalani hari harinya dibalik jeruji besi di Mapolresta Sidoarjo atas perbuatannya.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Agus Sobarnapraja saat konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Senin (20/5/2024) sore, menjelaskan, “seorang perempuan inisial NK (35) diduga dengan menyamar sebagai pembantu rumah tangga dan dibantu suaminya NS (31) menggelapkan sepeda listrik milik majikannya” ucapnya.

“Tepatnya pada hari Sabtu (27/2/2024) korban ONS (33) warga Perum Citra Garden Desa Entalsewu RT19 RW05 Kecamatan Buduran, Sidoarjo, melaporkan pembantunya atas tuduhan penggelapan sebuah sepeda listrik warna Orange Merk U-Winfly miliknya.

Disampaikan Kasat reskrim pelaku NK ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga dirumah korban baru 13 hari, tanpa curiga, korban menyuruh NK membeli Pampers. Pelaku pun memakai sepeda listrik milik korban. Berangkat ke toko pukul 09.30 Wib, hingga pukul 13.30 Wib si pelaku ini tidak kunjung kembali. Berusaha ditelpon korban, malah nomer korban diblokir pelaku. Tanpa pikir panjang, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Buduran.

“Atas laporan tersebut, selanjutnya Unit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan penyelidikan dan pada tanggal (13/05/1014) berhasil mengamankan pelaku di rumah kostnya dialamat Desa Bangah Kecamatan Gedangan, kab.Sidoarjo” sampainya.

“Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku telah menggelapkan sepeda motor listrik milik majikannya tersebut tanpa ijin dari pemiliknya karena memerlukan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar sewa kost. Lalu sepedanya dijual dan ditawarkan secara on line di grup jual beli Facebook dengan harga Rp2 juta,” ungkapnya.

Setelah dikembangkan ternyata pelaku ini sudah beberapa kali ganti majikan dan telah mengambil barang milik majikannya juga. Diantaranya di Perumahan Dian Istana Wiyung Surabaya mengambil 2 buah HP merk Xiaomi dan iPhone, di Surakarta mengambil uang tunai sebesar Rp1 juta, di Desa Tebel Kecamatan Gedangan mengambil 1 buah gelang emas dan 1 buah Cincin Emas, di Puri Indah Sidoarjo mengambil perhiasan emas batangan seberat 1 gram sebanyak 2 buah, 2 buah emas batangan berat di bawah 1 gram, dan di toko daerah Tulungagung mengambil uang tunai sebesar Rp1.200.000.

“Atas perbuatannya, sepasang suami istri tersebut disangka melanggar Pasal 372 KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara” pungkas Sobarna. @red

https://beritajatim.net/wp-content/uploads/2024/05/IKLAN-ADV-IDUL-ADHA-1445-H-OKE-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *