Ning Sasha Apresiasi Kampung Ibu Sayur Ikhlas Perumahan Graha Mutiara

Sidoarjo, beritajatim.net – Warga Perumahan Graha Mutiara menyebut tempat tinggalnya sebagai Kampung Ibu Sayur Ikhlas. Alasannya, mereka memiliki kebun sayur dan buah yang dikelola sendiri. Namanya Taman Tazkiyah. Luasnya 40×40 m². Memanfaatkan lahan Fasum perumahan. Kebun tersebut tidak hanya ditanam  sayur mayur dan buah-buahan. Ada empat kolam ikan terbuat dari terpal. Ditaruh ikan mujaer, lele dan gurame. Empat kolam tersebut dibangun juga dari swadaya warga. Hasil kolam ikan dan kebunnya pun dimanfaatkan warga sendiri. Warga dapat mengambil ikan maupun sayur mayur secukupnya. Namun warga tetap membayar tetapi seikhlasnya. Oleh karenanya moto taman tersebut “ambil secukupnya, bayar seikhlasnya”.

Sore kemarin, Selasa, (18/7), Ketua TP.PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Sa’adah Ahmad Muhdlor S.Hum meninjau Kampung Ibu Sayur Ikhlas Perumahan Graha Mutiara RW 08 Desa Kebonagung Kecamatan Sukodono tersebut. Ning Sasha panggilan akrab istri Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor itu datang bersama Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jatim Dr. Lia Istifhama serta Koordinator UMKM HKTI Jatim Endang Prasetiyowati. Ikut pula anggota DPRD Sidoarjo Mimik Idayana yang juga sebagai tokoh Penggerak UMKM Kabupaten Sidoarjo. Kedatangannya disambut Ketua TP. PKK Desa Kebonagung Sukodono Vike Widya serta Ketua PKK RW 09 Endang Suci beserta anggota PKK Desa Kebonagung.

Sebelum berkeliling melakukan peninjauan, Ning Sasha ajak berdialog warga. Di balai RW 09, ia sampaikan apresiasi dirinya akan Kampung Ibu Sayur Ikhlas tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan warga perumahan Graha Mutiara menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan. Warga berusaha mencukupi sendiri kebutuhan pangannya. Hal seperti ini menurutnya penting dilakukan. Apalagi saat pandemi Covid-19 kemarin.

Edukasi
Ning Sasha Apresiasi Kampung Ibu Sayur Ikhlas Perumahan Graha Mutiara

“Ketahanan pangan keluarga seperti ini memang harus dilakukan, kebutuhan pangan dapat dipenuhi, minimal sayur mayur dapat tercukupi dari ladang sendiri,”ucapnya.

Ning Sasha berharap warga perumahan Graha Mutiara dapat tetap semangat mengelola Taman Tazkiyah. Kecintaan bercocok tanam diharapkan terus ada. Menurutnya banyak manfaatnya. Selain dapat tercukupi kebutuhan pangannya sendiri, tidak menutup kemungkinan menjadi lahan penghasilan keluarga. Menurutnya menjadi pribadi yang tangguh dan sigap menjadi keharusan. Ia melihat itu sudah ada pada warga perumahan Graha Mutiara Sukodono saat ini.

“Menjadi pribadi yang tangguh dan sigap penting dimasa ini, berkaca pada pandemi kemarin, kita dihadapkan pada perekonomian yang sulit,”ujarnya.

Ketua TP. PKK Desa Kebonagung Sukodono Vike Widya mengatakan Kampung Ibu Sayur Ikhlas ada sebelum pandemi Covid-19. Berdirinya karena kreatifitas warga dalam memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam. Oleh karenanya ibu Kades Kebonagung itu memuji apa yang dilakukan warganya. Khususnya anggota PKK warga perumahan tersebut. Semangat mendukung ketahanan pangan dilakukan warganya. Untuk itu ia akan support terus keberadaan Kampung Ibu Sayur Ikhlas seperti ini.  Dukungannya telah dilakukannya dengan menyalurkan bantuan bibit sayur dan ikan yang diperoleh dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo dan Dinas Perikanan Sidoarjo.

“Mudah-mudahan kedatangan ibu akan menambah semangat kita untuk terus mengembangkan Kampung Ibu Sayur Ikhlas ini,”sampainya. @red

https://beritajatim.net/wp-content/uploads/2024/05/IKLAN-ADV-IDUL-ADHA-1445-H-OKE-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *