TNI  

Seminar Etika Berorganisasi Warnai Tatap Muka Pembina Cabang 3 Jalasenastri Puspenerbal

Sidoarjo, beritajatim.net – Cabang 3 Jalasenastri Pengurus Gabungan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (PG Puspenerbal) Lanudal Juanda mengadakan acara Tatap Muka dengan Pembina Cabang 3 yang kali ini diwarnai dengan Seminar Etika Berorganisasi yang dihelat di Wispa Lanudal Juanda, Jumat (14/7/2023).

Dalam kegiatan ini pembina Cabang 3 yang juga Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo menyatakan pentingnya peran seorang istri selalu mendampingi suaminya dalam berdinas di TNI AL dimanapun suaminya bertugas serta mendidik dan mengurus keluarga.

Sementara itu Ketua Cabang 3 Jalsenastri PG Puspenerbal, Ny. Naniek Heru Prasetyo menekankan arahan dan penekanan dari Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vera Muhammad Ali tentang cara beretika seorang Jalasesatri.

“Etika Dalam Berorganisasi ini, telah menjadi penekanan dari Ketum Jalsenastri, sehingga pada pertemuan ini Cabang 3 berinisiatif untuk menggelar Seminar Etika Dalam Berorganisasi dengan narasumber Ibu Sherly Rosalina Tanoto, S.Psi.,M.Com(Ext) dari sekolah bisnis dan Managemen Universitas Kristen Petra Surabaya,” terangnya.

Ketua Cabang 3 berharap, semoga Seminar Etika Dalam Berorganisasi ini, dapat menambah informasi, pengetahuan dan keterampilan ibu ibu anggota Jalasenastri Cabang 3 serta bisa menjadi inspirasi dan semakin mampu bergaul dengan etika yang baik.

Tni
Seminar Etika Berorganisasi Warnai Tatap Muka Pembina Cabang 3 Jalasenastri Puspenerbal

Sedangkan narasumber dalam paparannya mengatakan bahwa dalam etika berorganisasi mengatakan, kemampuan perempuan memang makin kelihatan dalam berbagai macam pekerjaan dan profesi. Hampir tidak ada lagi pekerjaan yang tak dapat dikerjakan oleh perempuan.

Dengan demikian, partisipasi organisasi dan berpolitik dapat dilakukan oleh perempuan, selain itu organisasi kewanitaan seperti Jalasenastri ini juga dapat bersinergi dengan satuan induk dimana suami berdinas.

Etika dalam berorganisasi juga harus memahami etika pergaulan dengan menghormati budaya lingkungan sekitar, yaitu menghormati yang lebih tua dan hargai yang lebih muda, serta jangan terlalu ingin tahu urusan orang lain juga buat batasan antara urusan pribadi dengan urusan organisasi.

Sherly menambahkan, tetap menghargai pendapat orang lain walaupun tidak setuju dan tetap jaga suasana, penuhi tugas dan tanggung jawab serta sopan dengan sesama anggota Jalasenastri lainnya.

Selain itu, dalam etika berbusana juga merupakan suatu ilmu sikap baik itu tentang warna, tempat, suasana dan nilai-nilai norma di kalangan warga masyarakat.

“Yaitu dengan menutup aurat sesuai dengan tempat, rapi, bersih, pas ukuran dan tidak mengganggu orang lain, serta tidak melanggar hukum negara dan agama,” tuturnya. @red

https://beritajatim.net/wp-content/uploads/2024/05/IKLAN-ADV-IDUL-ADHA-1445-H-OKE-scaled.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *